Kejahatan Narkoba ( Tugas IBD 3 )

Kontradiksi keputusan-keputusan terhadap kejahatan narkoba

Kejahatan narkoba memang sudah merajalela. Butuh penanganan yang serius dan hukuman militan yang keras. Pengedar maupun pemakai narkoba akan dijerat dengan pasal 59 ayat (2) UU No 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika dan Pasal 80 ayat (1), (2), (3) Pasal 82 ayat (1), (2), dan (3) UU No 22 Tahun 1997 Tentang Narkotika.

Peraturan untuk pelanggar kejahatan narkoba sudah sangat kuat dan tidak bisa diganggu gugat. Namun perbedaan pendapat pada pemerintahan Presiden SBY membuat masyarakat tidak sependapat. Perlu disamaratakan hukuman bagi pelanggar kejahatan tersebut.

Kejahatan Pedofilia ( Tugas IBD 3 )

*  Kejahatan Pedofilia

Sebagai diagnosa medis, pedofilia didefinisikan sebagai gangguan kejiwaan pada orang dewasa atau remaja yang telah mulai dewasa (pribadi dengan usia 16 atau lebih tua) biasanya ditandai dengan suatu kepentingan seksual primer atau eksklusif pada anak prapuber (umumnya usia 13 tahun atau lebih muda, walaupun pubertas dapat bervariasi). Anak harus minimal lima tahun lebih muda dalam kasus pedofilia remaja (16 atau lebih tua) baru dapat diklasifikasikan sebagai pedofilia.

Menurut Diagnostik dan Statistik Manual Gangguan Jiwa (DSM), pedofilia adalah parafilia di mana seseorang memiliki hubungan yang kuat dan berulang terhadap dorongan seksual dan fantasi tentang anak-anak prapuber dan di mana perasaan mereka memiliki salah satu peran atau yang menyebabkan penderitaan atau kesulitan interpersonal.

Pada saat ini rancangan DSM-5 mengusulkan untuk menambahkan hebefilia dengan kriteria diagnostik, dan akibatnya untuk mengubah nama untuk gangguan pedohebefilik. Meskipun gangguan ini (pedofilia) sebagian besar didokumentasikan pada pria, ada juga wanita yang menunjukkan gangguan tersebut, dan peneliti berasumsi perkiraan yang ada lebih rendah dari jumlah sebenarnya pada pedofil perempuan. Tidak ada obat untuk pedofilia yang telah dikembangkan. Namun demikian, terapi tertentu yang dapat mengurangi kejadian seseorang untuk melakukan pelecehan seksual terhadap anak. ( sumber Wikipedia )

Untuk melakukan pencegahan pada anak-anak diberikan pendidikan tentang masa pubertas yang bisa diengerti namun tidak mengandung unsur pornografi. Adapula pencegahan yang sudah dilakukan seperti berikut ini :

Ø  Terapi perilaku kognitif ( pencegahan kambuh )
Terapi perilaku kognitif telah terbukti mengurangi residivisme pada orang yang memiliki hubungan dengan pelaku kejahatan sek.
Menurut seorang seksolog asal Kanada Michael Seto, perawatan perilaku kognitif mempunyai sasaran, keyakinan, dan perilaku yang dipercaya untuk meningkatkan kemungkinan pelanggaran seksual terhadap anak-anak, dan "pencegahan untuk kambuh" adalah jenis yang paling umum dari pengobatan perilaku kognitif. Teknik-teknik pencegahan untuk kambuh kembali didasarkan pada prinsip-prinsip yang digunakan untuk mengobati kecanduan. Ilmuwan lain juga melakukan beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa tingkat residivisme pedofil dalam terapi lebih rendah dari pedofil yang menjauhi terapi.
Ø  Intervensi perilaku
Perilaku perawatan terhadap target gairah seksual kepada anak-anak, menggunakan teknik kejenuhan dan keengganan untuk menekan gairah seksual kepada anak-anak dan sensitisasi terselubung (atau rekondisi masturbatori) untuk meningkatkan gairah seksual bagi orang dewasa. Perilaku perawatan tampaknya berpengaruh terhadap pola gairah seksual pada pengujian phallometriK, tetapi tidak diketahui apakah perubahan uji mewakili perubahan kepentingan seksual atau perubahan dalam kemampuan untuk mengendalikan stimulasi genital selama pengujian.


Jadi kesadaran masyarakat sangatlah diperlukan terhadap perilaku kejahatan pedofilia. Sadari perbedaan perilaku anak yang telah menjadi korban pedofilia dan pantau terus kondisi anak. 

Sumber :
id.wikipedia.org/wiki/Pedofilia

Lokalisasi ( Tugas IBD 2 )

Lokalisasi dan solusinya

Lokalisasi adalah pembatasan pada suatu tempat atau lingkungan. Lokalisasi itu sendiri didirikan di wilayah yang jauh dari pemukiman, aksesnya susah. Agar terhindar dari pertumbuhan dan perkembangan pada anak anak.

Akan tetapi, tanggapan kebanyakan orang tentang lokalisasi itu sudah sangat buruk. Karena lokalisasi itu tempat para PSK bekerja menjual diri.

Jalan keluarnya adalah pemerintah harus lebih berupaya dan tegas dalam menindaklanjuti persoalan ini. Sebenarnya, hukum yang paling tegas adalah Hukum Islam, barang siapa yang berzina hendaknya di rajam. Dan ada solusi yang dapat saya berikan adalah :

1.      Menutup tempat lokalisasi
2.      Memberi pembinaan keterampilan atau pekerjaan yang layak bagi para pekerja lokalisasi tersebut
3.      Tingkatkan pengamanan dan pengawasan di masyarakat untuk mencegah munculnya kembali tempat-    tempat lokalisasi lainnya
4.      Memberi penyuluhan seks serta bahayanya seks bebas
5.      Memberikan pendidikan moral bagi masyarakat


            Tanpa adanya peran aktif dan pengawasan yang ketat untuk memperbaiki ini semua, solusi yang disarankan menurut saya dan beberapa pihak lainnya hanya akan menjadi kata-kata biasa yang tak berarti sehingga lambat laun akan semakin merusak moral bangsa ini.

Angan-angan menjadi caleg ( Tugas IBD 2 )

Seandainya saya menjadi caleg apa yang akan dilakukan?

Saat dulu SMA ketika saya mencoba mencalonkan diri sebagai ketua OSIS terbesit diangan-angan keinginan menjadi caleg atau atau semacamnya yang masih dalam  ontek pemerintahan. Saya tidak ingin berjanji apapun namun pasti akan melakukan perubahan kearah yang baik yang terus terjaga hingga saya tidak menjabat lagi. Hal yang ingin saya lakukan perubahan yaitu :

-          Membuat, merawat serta memperbaiki infrastruktur yang menjadi kebutuhan semua warga Negara.
-     Pendidikan adalah kunci utama kemajuan suatu daerah atau bangsa. Pendidikan yang baik akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas (kreatif dan inovatif) sehingga mampu mensejahterakan dirinya sendiri maka dari itu seandainya saya menjadi caleg saya akan meningkat kualitas serta kuantitas sarana dan prasarana pendidikan serta kualitas pengajar (guru).
-          Memberikan kelayakan hidup sejahtera sesuai dengan wilayahnya.

Mungkin itu yang masih terbesit diangan-angan saya ketika ingin menjadi caleg yang amanah dan selalu bertindak tidak banyak berucap. Slogan saya yaitu, “jika kalian membutuhkan saya sebagai pemimpin saya juga membutuhkan kalian sebagai tindakan.”.

Penafsiran dari lagu kebyar-kebyar ( Tugas IBD 2 )

Kebyar Kebyar - Gombloh

Indonesia ...
Merah darahku, putih tulangku
Bersatu dalam semangatmu

Indonesia ...
Debar jantungku, getar nadiku
Berbaur dalam angan-anganmu

Kebyar-kebyar, pelangi jingga ...

Indonesia ...
Nada laguku, simphoni perteguh
Selaras dengan simphonimu

Kebyar-kebyar, pelangi jingga ...

Biarpun bumi bergoncang
Kau tetap Indonesiaku
Andaikan matahari terbit dari barat
Kaupun Indonesiaku
Tak sebilah pedang yang tajam
Dapat palingkan daku darimu

Kusingsingkan lengan




Rawe-rawe rantas
Malang-malang tuntas
Denganmu ...

Indonesia ...
Merah darahku, putih tulangku
Bersatu dalam semangatmu

Indonesia ...
Getar jantungku, getar nadiku
Berbaur dalam angan-anganmu

Kebyar-kebyar, pelangi jingga ...

Indonesia ...
Merah darahku, putih tulangku
Bersatu dalam semangatmu

Indonesia ...
Debar jantungku, getar nadiku
berbaur dalam angan-anganmu


kebyar kebyar pelangi jingga


Penafsiran dari lagu kebyar-kebyar
Lagu kebyar-kebyar yang dinyanyi oleh musisi gombloh ini sangat cocok untuk didengarkan oleh anak muda zaman sekarang yang telah mulai pudar rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap negara kita sendri. Agar rasa nasionalisme tumbuh didiri mereka sehingga pada akhirnya kalangan muda yang tumbuh dengan semangat nasionalisme dapat menjaga keutuhan negara dan memajukannya.


Refrensi :
lirik.kapanlagi.com › LIRIK LAGU › INDONESIA › G › GOMBLOH

Flora Maskot Provinsi

Flora Maskot Provinsi Jawa Tengah
Bunga Kantil atau Cempaka Putih

Kantil (Cempaka Putih) merupakan tanaman yang mempunyai bunga berwarna putih dan berbau harum dengan tinggi pohon mencapai 30 meter. Bunga kantil yang mempunyai nama latin Michelia alba dan masih berkerabat dekat dengan bunga jeumpa (cempaka kuning) ini merupakan tanaman khas (fauna identitas) provinsi Jawa Tengah.

Mitos yang berkembang di masyarakat, aroma bunga kantil yang khas sangat disukai oleh kuntilanak, sejenis makhlus halus berjenis kelamin perempuan. Kuntilanak, menurut mitos ini, sering menjadikan pohon kantil (cempaka putih) sebagai rumah tempat tinggalnya. Terlepas dari mitos tersebut, kantil mempunyai nilai tradisi yang erat bagi masyarakat Jawa, terutama Jawa Tengah baik dalam prosesi perkawinan maupun kematian.

Tanaman kantil mempunyai beberapa nama lokal di berbagai daerah di Indonesia. Nama-nama lokal  tersebut diantaranya adalah cempaka putih,
kantil (Jawa), cempakabodas (Sunda), campaka (Madura), jeumpa gadeng (Aceh), campaka putieh (Minangkabau), sampaka mopusi (Mongondow), bunga eja kebo (Makasar), bunga eja mapute (Bugis), capaka bobudo (Ternate), capaka bobulo (Tidore).

Dalam bahasa Inggris, fauna identitas Jawa Tengah ini disebut White champaca. Di Filipina tanaman ini dikenal sebagai Tsampakang puti. Dalam bahasa ilmiah (latin) bunga kantil disebut sebagai Michelia alba yang bersinonim dengan Michelia longifolia (Blume).

Ciri-ciri. Pohon kantil mempunyai tinggi yang mampu mencapai 30 meter dan mempunyai batang yang berkayu. Pada ranting-ranting pohon cempaka putih biasanya ditumbuhi bulu-bulu halus berwarna keabu-abuan.

Daun kantil (cempaka putih) tunggal berbentuk bulat telur dan berwarna hijau.Tangkai daun lumayan panjang, mencapai hampir separo panjang daunnya. Kantil (Michelia alba) mempunyai bunga berwarna putih yang mempunyai bau harum yang khas. Tanaman yang dimitoskan sebagai rumah kuntilanak ini jarang ditemukan mempunyai buah karena itu perbanyakan dilakukan secara vegetatif.

Habitat dan Persebaran. Pohon kantil (cempaka putih) tersebar mulai daratan Asia beriklim tropis hingga beberapa pulau di kawasan Pasifik. Di Indonesia, tanaman ini yang menjadi flora identitas provinsi Jawa Tengah ini tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Habitat tumbuhan kantil meliputi daerah beriklim tropis pada dataran rendah hingga ketinggian mencapai 1.600 meter dpl.

Manfaat dan Kegunaan. Bunga Kantil mempunyai nilai tradisi yang erat bagi masyarakat Jawa, terutama di Jawa Tengah. Bunga Kantil banyak di gunakan pada upacara perkawinan terutama sebagai hiasan sanggul dan keris. Selain itu bunga kantil juga digunakan pada upacara kematian dan tabur bunga (nyekar).
Dalam bahasa Jawa, kantil berarti menggantung seperti halnya bunga ini. Bunga Kantil mempunyai makna ritual ‘kemantilkantil’ yang berarti selalu ingat dimanapun berada dan selalu mempunyai hubungan yang erat sekalipun sudah berbeda alam.

Secara medis, bunga, batang, daun kantil (Michelia alba) mengandung alkaloid mikelarbina dan liriodenina yang mempunyai khasiat sebagai ekspektoran dandiuretik. Karena kandungan yang dipunyainya, kantil dipercaya dapat menjadi obat alternatif bagi berbagai penyakit seperti bronkhitis, batuk, demam, keputihan, radang, prostata, infeksi saluran kemih, dan sulit kencing.
Sayangnya khasiat yang dipunyai oleh bunga cempaka putih ini belum tereksplorasi secara maksimal. Sehingga meski saat ini mulai ada yang berusaha membudidayakan tanaman ini tetapi pemanfaatannya lebih banyak untuk acara-acara spiritual dan tradisi.



Sumber :

id.wikipedia.org/wiki/Cempaka_putih

Tokoh Wayang Bima

Tokoh Wayang Bima

Raden Werkudara atau Bima merupakan putra kedua dari Dewi Kunti dan Prabu Pandudewanata. Tetapi ia sesungguhnya adalah putra Batara Bayu dan Dewi Kunti sebab Prabu Pandu tidak dapat menghasilkan keturunan. Ini merupakan kutukan dari Begawan Kimindama. Namun akibat Aji Adityaredhaya yang dimiliki oleh Dewi Kunti, pasangan tersebut dapat memiliki keturunan.

Pada saat lahirnya, Werkudara berwujud bungkus. Tubuhnya diselubungi oleh selaput tipis yang tidak dapat disobek oleh senjata apapun. Hal ini membuat pasangan Dewi Kunthi dan Pandu sangat sedih. Atas anjuran dari Begawan Abiyasa, Pandu kemudian membuang bayi bungkus tersebut di hutan Mandalasara. Selama delapan tahun bungkus tersebut tidak pecah-pecah dan mulai berguling kesana kemari sehingga hutan yang tadinya rimbun menjadi rata dengan tanah. Hal ini membuat penghuni hutan kalang kabut. Selain itu para jin penghuni hutan pun mulai terganggu, sehingga Batari Durga, ratu dari semua makhluk halus, melapor pada Batara Guru, raja dari semua dewa. Lalu, raja para dewa itu memerintahkan Batara Bayu, Batari Durga, dan Gajah Sena, anak dari Erawata, gajah tunggangan Batara Indra, serta diiringi oleh Batara Narada untuk turun dan memecahkan bungkus bayi tersebut.

Sebelum dipecahkan, Batari Durga masuk kedalam bungkus dan memberi sang bayi pakaian yang berupa, Kain Poleng Bang Bintulu (dalam kehidupan nyata, banyak ditemui di pulau Bali sebagai busana patung-patung yang danggap sakral (kain poleng= kain kotak-kotak berwarna hitam dan putih), Gelang Candrakirana, Kalung Nagabanda, Pupuk Jarot Asem dan Sumping (semacam hiasan kepala) Surengpati. Setelah berbusana lengkap, Batari Durga keluar dari tubuh Bima, kemudian giliran tugas Gajah Sena memecahkan bungkus dari bayi tersebut. Oleh Gajah Sena kemudian bayi tersebut di tabrak, di tusuk dengan gadingnya dan diinjak-injak., anehnya bukannya mati tetapi bayi tersebut kemudian malah melawan, setelah keluar dari bungkusnya. Sekali tendang, Gajah Sena langsung mati dan lalu menunggal dalam tubuh si bayi. Lalu bungkus dari Werkudara tersebut di hembuskan oleh Batara Bayu sampai ke pangkuan Begawan Sapwani, yang kemudian dipuja oleh pertapa tersebut menjadi bayi gagah perkasa yang serupa Bima. Bayi tersebut kemudian diberi nama Jayadrata atau Tirtanata.

Nama-nama lain bagi Bima adalah Bratasena (nama yang di gunakan sewaktu masih muda), Werkudara yang berarti perut srigala, Bima, Gandawastratmaja, Dwijasena, Arya Sena karena di dalam tubuhnya menunggal tubuh Gajah Sena, Wijasena, Dandun Wacana, di dalam tubuhnya menunggal raja Jodipati yang juga adik dari Prabu Yudistira, Jayadilaga, Jayalaga, Kusumayuda, Kusumadilaga yang artinya selalu menang dalam pertempuran, Arya Brata karena ia tahan menderita, Wayunendra, Wayu Ananda, Bayuputra, Bayutanaya, Bayusuta, Bayusiwi karena ia adalah putra batara Bayu, Bilawa, nama samaran saat menjadi jagal di Wiratha, Bondan Peksajandu yang artinya kebal akan segala racun, dan Bungkus yang merupakan panggilan kesayangan Prabu Kresna.

Karena Bima adalah putra Batara Bayu, maka ia memiliki kesaktian untuk menguasai angin. Werkudara memiliki saudara Tunggal Bayu yaitu, Anoman, Gunung Maenaka, Garuda Mahambira, Ular Naga Kuwara,Liman/ Gajah Setubanda, Kapiwara, Yaksendra Yayahwreka, dan Pulasiya yang menunggal dalam tubuh Anoman sesaat sebelum perang Alengka terjadi (zaman Ramayana).

Werkudara yang bertubuh besar ini memiliki perwatakan berani, tegas, berpendirian kuat, teguh iman. Selama hidupnya Werkudara tidak pernah berbicara halus kepada siapapun termasuk kepada orang tua, dewa, dan gurunya, kecuali kepada Dewa Ruci, dewanya yang sejati, ia berbicara halus dan mau menyembah.

Selama hidupnya Werkudara berguru pada Resi Drona untuk olah batin dan keprajuritan, Begawan Krepa, dan Prabu Baladewa untuk ketangkasan menggunakan gada. Dalam berguru Werkudara selalu menjadi saingan utama bagi saudara sepupunya yang juga sulung dari Kurawa yaitu Duryudana.

Para Kurawa selalu ingin menyingkirkan Pandawa karena menurut mereka Pandawa hanya menjadi batu sandungan bagi mereka untuk mengusasai kerajaan Astina. Kurawa menganggap kekuatan Pandawa terletak pada Werkudara karena memang ia adalah yang terkuat diantara kelima Pandawa, sehingga suatu hari atas akal licik Patih Sengkuni yang mendalangi para Kurawa merencanakan untuk meracun Werkudara. Kala itu saat Bima sedang bermain, dpanggilnya ia oleh Duryudana dan diajak minum sampai mabuk dimana minuman itu di beri racun. Setelah Werkudara jatuh tak sadarkan diri, ia di gotong oleh para kurawa dan dimasukkan kedalam Sumur Jalatunda dimana terdapat ribuan ular berbisa di sana. Kala itu, datanglah Sang Hyang Nagaraja, penguasa Sumur Jalatunda membantu Werkudara, lalu olehnya Werkudara diberi kesaktian agar kebal akan bisa apapun dan mendapat nama baru dari San Hyang Nagaraja yaitu Bondan Peksajandu.

Selain Gatotkaca dan Antareja, Werkudara juga mamiliki putra yang ahli perang dalam air yaitu Antasena, Putra Bima dengan Dewi Urangayu, putri dari Hyang Mintuna, dewa penguasa air tawar.
Para tetua Astina merasa sedih karena mereka mengira Pandawa telah meninggal karena mereka menemukan enam mayat di pesanggrahan yang habis terbakar itu. Kurawa yang sedang bahagia kemudian sadar bahwa Pandawa masih hidup saat mereka mengikuti sayembara memperebutkan Dewi Drupadi. Para Pandawa yang diwakilkan Werkudara dapat memenangkan sayembara denagn membunuh Gandamana. Disaat yang sama hadir pula Sengkuni dan Jayajatra yang ikut sayembara mewakili Resi Drona tetapi kalah. Dari Gandamana, Werkudara memperoleh aji-aji Wungkal Bener, dan Aji-aji Bandung Bandawasa. Setelah memenangkan sayembara tersebut, Werkudara mempersembahkan Dewi Drupadi kepada kakaknya, Puntadewa.

Setelah mengetahui bahwa Pandawa masih hidup, para tetua Astina seperti Resi Bisma, Resi Drona, dan Yamawidura mendesak Prabu Destarastra untuk memberikan Pamdawa hutan Wanamarta, denagn tujuan agar Kurawa dan Pandawa tidak bersatu dan menghindarkan perang saudara. Akhirnya Destarastra menyetujuinya. Para Pandawa lalu dihadiahi hutan Wanamarta yang terkenal angker. Dan dengan usaha yang keras akhirnya mereka dapat mendirikan sebuah kerajaan yang dinamai Amarta. Werkudara pun berhasil mengalahkan adik dari raja jin, Prabu Yudistira, yang bersemayam di Jodipati yang bernama Dandun Wacana. Dadun Wacana kemudian menyatu dalam tubuh Werkudara. Lalu, Werkudara mendapat warisan Gada Lukitasari selain itu, Werkudara juga mendapat nama Dandun Wacana. Sebagai raja di Jodipati, Werkudara bergelar Prabu Jayapusaka dengan Gagak Bongkol sebagai patihnya. Werkudara juga pernah menjadi raja di Gilingwesi dengan gelar Prabu Tugu Wasesa.

Setelah Baratayuda usai, Para Pandawa datang menghadap Prabu Destarastra dan para tetua Astina lainnya. Ternyata Destarastra masih menyimpan dendam pada Werkudara yang mendengar bahwa banyak putranya yang tewas di tangan Werkudara terutama Dursasana yang di bunuhnya dengan kejam. Saat para Pandawa datang untuk memberi sembah sungkem pada Destarastra, diam-diam Destarastra membaca mantra Aji Lebursaketi untuk menghancurkan Werkudara, namun, Prabu Kresna yang tahu akan hal itu mendorong Werkudara kesamping sehingga yang terkena aji-aji tersebut adalah arca batu. Seketika itu pulalah arca tersebut hancur menjadi abu. Destarastra kemudian mengakui kesalahannya dan iapun mundur dari pergaulan masyarakat dan hidup sebagai pertapa di hutan bersama istrinya dan Dewi Kunti. Beberapa pakem wayang mengatakan bahwa Prabu Destarastra telah tewas sebelum pecah perang Baratayuda saat Kresna menjadi Duta Pandawa ke Astina. Saat itu ia tewas terinjak-injak putra-putranya yang berlarian karena takut akan kemarahan Prabu Kresna yang telah menjadi Brahala.

Akhir riwayatnya, Werkudara mati moksa bersama-sama saudara-saudaranya dan Dewi Drupadi.

Wayang Bima ditampilkan dalam beberapa wanda yaitu wanda Mimis, Lintang, Lindu Panon, Lindu Bmabang, Tatit, Ketug, Jagor, Kedu, Gandu, Jagong, Bedil, Mbugis, dan Gurnat.

Sumber :
id.wikipedia.org/wiki/Bima_(Mahabharata)

Bapak Pendidikan Nasional

Bapak  Pendidikan  Nasional


Ki Hadjar Dewantara (Yogyakarta, 2 Mei 1889 – 26 April 1959) adalah seorang tokoh pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia pada zaman penjajahan Belanda.
Lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, Ki Hajar mendirikan perguruan Taman Siswa yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk bisa memperoleh pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.
Tulisan Ki Hajar yang terkenal adalah “Seandainya Aku Seorang Belanda” (judul asli : Als ik eens Nederlander was) yang pernah dimuat dalam surat kabar de Expres milik Douwes Dekker tahun 1913. Artikel tersebut ditulis dalam konteks rencana pemerintah Belanda untuk mengumpulkan sumbangan dari Indonesia.
Ki Hajar Dewantara meninggal dunia pada 26 April 1959 dan dimakamkan di Wijayabrata, Yogyakarta. Tanggal lahirnya, (2 Mei) dijadikan Hari Pendidikan Nasional di Indonesia dan menjadi Bapak Pendidikan Indonesia. Nama Ki Hajar juga diabadikan sebagai nama kapal perang Indonesia “KRI Ki Hajar Dewantara”. Selain itu, perguruan Taman Siswa yang ia dirikan telah memiliki sekolah dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi.
Semboyan dalam pendidikan yang beliau pakai adalah “tut wuri handayani”. Semboyan ini berasal dari ungkapan aslinya “ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”. Semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan kita.
·               Pendidikan
1.       Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda).
2.       STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera) tidak tamat Europeesche Akte, Belanda.
·               Karir
Wartawan Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara Pendiri National Onderwijs Instituut Taman siswa (Perguruan Nasional Taman siswa), 3 Juli 1922. Menteri Pengajaran Kabinet Presidensial, 19 Agustus 1945 – 14 November 1945.
·               Organisasi
1.   Boedi Oetomo, 1908.
2.  Pendiri Indische Partij (partai politik pertama beraliran nasionalisme Indonesia), 25 Desember 1912.
·               Penghargaan
1.  Bapak Pendidikan Nasional, hari kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional.
2.  Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957.

3.  Pahlawan Pergerakan Nasional (Surat Keputusan Presiden No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November (1959).

Sumber :
id.wikipedia.org/wiki/Ki_Hadjar_Dewantara

Kembalikan Indonesiaku Ke Indonesia

Kembalikan Indonesiaku Ke Indonesia
Beragam kebudayaan menyebabkan budaya Indonesia diperebutkan bahkan diklaim milik Negara lain. Mengapa ini bisa terjadi? Ini terjadi karena kurangnya kepedulian atas kekayaan ragam budaya Indonesia yang disebabkan oleh bercampurnya kebudayaan local dengan kebudayaan asing yang cenderung bersifat hedonis. Masuknya budaya asing ke Indonesia mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak positifnya bisa kita ambil untuk kita jadikan pelajaran dan dampak negatif seharusnya bisa kita bentengi, namun nyatanya justru dampak negatif yang paling banyak terlihat. Ini semua terjadi karena telah bergesernya tatanan nilai budaya luhur seiring dengan masuknya budaya asing yang diterima mentah-mentah oleh masyarakat Indonesia tanpa penyaringan terlebih dahulu dan menyebabkan berubahnya gaya hidup, pakaian, pola pikir dan sebagainya. Jika hal ini terus dibiarkan lama kelamaan akan membuat Indonesia kehilangan jati dirinya sebagai suatu bangsa.

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang mempunyai banyak suku bangsa, dimana tiap suku bangsa tersebut mempunyai ragam kebudayaannya masing-masing. Ambil peta dan lihat betapa luasnya Indonesia disbanding dengan Negara-negara kecil seperti Singapore, Brunei Darussalam dll. Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.487 pulau dan memiliki 5 pulau besar yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua serta beribu pulau-pulau kecil yang berpenghuni maupun tidak berpenghuni. Indonesia juga merupakan Negara maritim dimana sebagian wilayah Indonesia merupakan perairan atau lautan. Indonesia pun mempunyai lebih dari 250jt penduduk yang selalu meningkat setiap tahunnya sehingga Indonesia dijuluki Negara padat penduduk ke-3 di dunia. Setelah RRC dan India.

Hal ini tentu sangat mempengaruhi ragam kebudayaan Indonesia. Jika kita menelusur lebih jauh tentang keberagaman kebudayaan Indonesia ada baiknya kita lebih dahulu membuka mata hati agar kita tahu seberapa kayanya Indonesia. Sehingga timbul rasa memiliki yang kuat, takut dicuri, serta rasa nasionalisme yang tinggi terhadap keberadaan serta kelestarian kebudayaan asli.

Indonesia sebagai negara kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke memiliki keberagaman suku dan budaya tradisi sebagai ciri khas daerah masing-masing. Tidak hanya itu, Indonesia juga mempunyai keragaman bahasa daerah, adat istiadat, serta agama. Dari situlah Indonesia disebut Nusantara. Negara yang mempunyai beragam budaya sebagai ciri khas daerah masing-masing namun tetap menjadi bagian dari Indonesia. Inilah maksud dari semboyan Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya “Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua” walaupun Indonesia mempunyai beragam suku bangsa dan budaya, tetapi tetap satu tanah air Indonesia.

Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal maupun kebudayaan asing yang telah ada di Indonesia. Pengertian kebudayaan nasional sendiri adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional sedangkan menurut TAP MPR No.II tahun 1988 Kebudayaan Nasional yang berlandaskan pancasila adalah perwujudan karya, cipta dan karsa bangsa indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa.


Indonesia dilatar belakangi dengan bermacam suku, etnis dan budaya yang berasal dari ribuan pulau yang di Indonesia. Hal ini menyebabkan Indonesia mempunyai beragam kebudayaan. Namun dikarekan saat ini dunia sedang mengalami globalisasi, Indonesia pun terkena dampaknya. Terlebih karena kurangnya rasa memiliki terhadap kebudayaan asli sehingga menyebabkan kita menyepelekan dan menyia-nyiakan kebudayaan kita sendiri. Apalagi para generasi muda saat ini lebih menggandrungi kebudayaan barat karena mereka mengganggap kebudayaan barat lebih modern dibanding dengan kebudayaan asli. Jika ini berlangsung berlarut-larut dan berkepanjangan, dampaknya akan lebih berat bagi Indonesia antara lain hilangnya jati diri Indonesia sebagai Negara berbudaya, berharkat dan bermartabat. Oleh karena itu kita sebagai generasi muda penerus bangsa, diwajibkan untuk menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini agar kebudayaan Indonesia tetap terjaga eksistensinya.

Sumber :
id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia